SEJARAH PERKEMBANGAN ANIMASI DUNIA DARI TAHUN 2000 SEBELUM MASEHI HINGGA SAAT INI

 

Nama                          : Shofiatun Nisa

Npm                            : 10821898

Kelas                           : 3MA26

Mata Kuliah                : Produksi Animasi

Dosen Pengampu        : Henki Firdaus M.M.S.I


Animasi berasal dari bahasa latin yaitu anima yang berarti jiwa, atau hidup. Animasi merupakan sebuah teknik menampilkan gambar yang lebih dari satu, setiap gambar saling berhubungan satu sama lainnya dan diperlihatkan secara berurutan sehingga penonton yang menyaksikan mengalami sebuah ilusi pada gambar yang di tampilkan, layaknya membuat sebuah objek mati menjadi seperti hidup. Secara umum ilusi gerakan adalah suatu yang dideteksi secara visual oleh mata penonton tidak harus perubahan posisi, namun perubahan warna juga dapat dikatakan sebagai animasi (Ruslan, 2016, h. 15)

Perkembangan animasi di dunia mulai dari tahun 2000 hingga saat ini melalui beberapa babak:

1.     Babak Pre-1900 (The origin of Animation):Era animasi sebelum film dan kamera serta proyektor modern ditemukan. Dimulai sejak ditemukannya gambar sekuensial di dinding-dinding gua di masa pra sejarah, hingga penemuan dan eksperimentasi mainan optik dan beragam alat yang dipicu oleh publikasi paper oleh Peter Roger pada tahun “The Persistence of Vision Regard to Moving Object”.

Penganimasian subjek sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu oleh manusia. Salah satunya yaitu penganimasian gambar pada sebuah dinding gua yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux, Prancis. Dalam gambar dinding tua itu memperlihatkan seekor binatang seperti babi, bison, atau kuda dengan penggambaran enam kaki atau lebih dengan posisi yang bertumpuk (Hallas dan Manvell, 1973). Gambaran dinding itu ditangkap oleh para ahli purbakala sebagai pergerakan hewan yang berlari (Ruslan, 2016, h. 16).



Pada Mesir kuno memiliki hal serupa seperti pada Gua Lascaux, yaitu pergerakan para pegulat yang berkerumun dengan gambar yang berurutan pada dekorasi dinding dan kendi, sehingga jika kendi di putar seakan-akan memberikan pergerakan pada gambar di kendi tersebut Gambar ini di buat sekitar 2000 tahun sebelum masehi (Thomas, Ruslan, 2016 , h. 16).

2.     Babak 1900 – 1927 (Film Animation: The Silent Era): Era animasi yang menggunakan film dan kamera serta proyektor modern. Dimulai dengan penemuan gambar sekuensial di dinding-dinding gua di masa pra sejarah, hingga penemuan dan eksperimentasi mainan optik dan beragam alat yang dipicu oleh publikasi paper oleh Peter Roger pada tahun “The Persistence of Vision Regard to Moving Object”.

Pada tahun 1824, Peter Mark Roger menemukan “the persistence of vision”, yaitu sebuah perinsip penglihatan yang mempertahankan penglihatan sementara terhadap gambar-gambar yang sudah ditampilkan, dari pemahaman prinsip ini awal sejarah sebuah animasi dimulai. lalu munculah sebuah mainan yang disebut thaumatrope, berkisar abad ke 19 di Eropa, berupa lembengan-lempengan cakram tebal dengan sebuah gambar di kedua sisinya, dengan kedua sisi kanan dan kirinya diikat dengan seutas tali, bila dipilin dengan tangan, akan muncul sebuah gambar ketiga yang menyatukan gambar kesatu dan kedua (Ngobrolanimasi, 2015).

Pada tahun 1831, Seorang fisikawan dari Belgia bernama Joseph Plateau menciptakan sebuah alat yang bernama Phenakistoscope, alat animasi pertama yang terdiri dari dua lempengan, lempengan pertama memiliki celah lubang sebagai tempat untuk melihat ilusi animasi yang ada pada alat ini, lempengan kedua dilekatkan sebuah rentetan gambar sebagai animasi yang akan diperlihatkan. Alat ini berbentuk kincir yang harus di putar saat menggunakannya agar susunan gambar tersebut dapat membuat ilusi gerak (Ngobrolanimasi, 2015).



Pada tahun 1834 pengembangan dari alat Phenakistoscope tercipta oleh William George Horner, Alat ini diberi nama Zeotrope dan biasa juga disebut sebagai Wheel of Life. Alat ini memiliki bentuk silinder dengan gambar-gambar pada dinding bagian dalam dan celah lubang pada dinding bagian luar sehingga ketika silinder tersebut diputar, sebuah ilusi animasi akan terlihat pada celah yang berada di luar dinding silinder. Zoetrope menjadi mainan anak-anak yang populer pada zaman itu di Amerika (Ruslan, 2016, h. 17).

3.     Babak 1930-an (Zaman Keemasan Animasi di Amerika Serikat): Era animasi yang lebih dikenal sebagai Zaman Keemasan animasi di Amerika Serikat. Terjadi persaingan antara Mickey Mouse dan Bugs Bunny. Puncaknya adalah peluncuran Snow White and the Seven Dwarves oleh Disney

Seiring perkembangan teknologi, animasi memiliki tempatnya tersendiri sebagai suatu hiburan yang disenangi masyarakat. Pada abad 18 di Amerika, mulainya penerapan sebuah animasi pada media kertas dengan teknik menggunakan serangkaian gambar diam dan dijadikan satu sehingga menimbulkan kesan seolaholah gambar tersebut bergerak, teknik ini dipamerkan oleh James Stuart Blackton yang dinamakan stop motion animation. Dalam pengerjaannya, ia membutuhkan sekitar 24 gambar diam untuk mengolah sebuah animasi selama satu detik sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar untuk membuat sebuah animasi berdurasi panjang. Pada tahun 1906 film animasi pertama dipublikasikan dengan judul “Humorous Phase of Funny Faces” yang di ciptakan oleh kartunis surat kabar New York James Stuart Blackton dan penemu terkemuka Thomas Edison, mereka berkolaborasi dan mengkombinasi antara sebuah gambar diam dengan fotografi (Ruslan, 2016, h. 18).

Pada tahun 1928, film “Mickey Mouse” mulai disiarkan sebagai film kartun pertama di Amerika yang dibuat oleh Walt Disney. Film pertama yang mengsinkronasikan dengan suara-suara, yang berjudul “Steam Boat Willie” menjadi animasi pertama dalam bentuk audiovisual (Ruslan, 2016, h. 20).



4.     Babak 1958 – 1986 (Era Televisi): Animasi era televisi dimulai sejak tahun 1958 ketika medium elektronik baru bernama televisi mulai menggeser dominasi layar. Animasi hadir di rumah-rumah dan mulai diproduksi secara serial dan kontinyu. Di era ini, animasi jepang yang terkenal dengan anime mulai mendominasi dunia melalui serial animasi buatan mereka, yang mampu menyaingi dominasi Amerika Serikat dalam industri animasi dunia

Animasi pertama di Jepang adalah animasi "A Thousand Plateaus" (千薬地獄, Senjū Jigoku) yang dibuat oleh Osamu Tezuka pada tahun 1941. Animasi ini adalah animasi pendek yang memperlihatkan kehidupan hewan di zoo, dan merupakan salah satu animasi terlama yang pernah dibuat di Jepang. Animasi ini juga merupakan inspirasi bagi Osamu Tezuka dalam membuat animasi anime yang lebih lanjutan.

5.     Babak 1986 – 2010 (The Digital Dawn): Di era ini, penemuan teknologi digital turut mempengaruhi perkembangan animasi secara luas dan dalam banyak aspek. Kemampuan teknologi digital yang mampu menghadirkan visual yang photo realistik menjadi kekuatan animasi era ini. Penanda besar era ini adalah dirilisnya animasi 3D panjang pertama Toy Story oleh studio Pixar pada tahun 1995.



6.     Babak 2000 – hingga saat ini: Era animasi digital yang mengalami perkembangan pesat, dengan penggunaan teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR) yang memungkinkan pengguna untuk mengalami pengalaman animasi yang lebih realistis dan interaktif[2]. Animasi digital telah menjadi pilihan individu dalam kegiatan perbankan, transaksi, pembelajaran, dan pembuatan konten. Animasi juga telah mengubah cara pengajaran di dunia Pendidikan.

Pada tahun 2000, animasi masih terbatas pada teknologi konvensional seperti animasi tradisional dan stop motion. Namun, pada tahun 2003, teknologi animasi digital mulai mendominasi industri animasi. Pada tahun 2008, Indonesia telah menapak ke pintu teknologi penyiaran televisi digital dengan soft launching siaran TV digital2 oleh TVRI. Teknologi TV digital dipilih karena punya banyak kelebihan dibandingkan dengan analog, seperti ketahanan terhadap efek interferensi, derau dan fading, serta kemudahannya untuk dilakukan proses perbaikan (recovery) terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman/transmisi sinyal. Pada tahun 2010, teknologi animasi 3 dimensi (3D) mulai mengalami perkembangan pesat dengan munculnya banyak program-program aplikasi 3D. Pada tahun 2013, teknologi animasi digital masih mengalami perkembangan pesat, dengan penggunaan teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR) yang memungkinkan pengguna untuk mengalami pengalaman animasi yang lebih realistis dan interaktif. Pada tahun 2020, teknologi animasi digital masih mengalami perkembangan pesat, dengan penggunaan teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR) yang memungkinkan pengguna untuk mengalami pengalaman animasi yang lebih realistis dan interaktif. Pada tahun 2023, teknologi animasi digital masih menjadi pilihan individu dalam kegiatan perbankan, transaksi, pembelajaran, dan pembuatan konten. Teknologi animasi digital juga telah mengubah cara pengajaran di dunia pendidikan.


Daftar Pustaka

Try. (2022). II Sejarah Perkembangan animasi. Retrieved April 15, 2024, fromAcademia.eduwebsite:https://www.academia.edu/35926854/II_SejarahPerkembangan_animasi

‌admin. (2024, March 14). Perkembangan Kartun: Dari Gambar Bergerak Hingga Dunia Digital. Retrieved April 15, 2024, fromBIROINFORMASI PROMOSIDANKEMITRAANwebsite:https://bipk.uma.ac.id/2024/03/14/perkembangan-kartun-dari-gambar-bergerak-hingga-dunia-digital/

https://perpustakaan.poltektegal.ac.id/index.php?p=fstreampdf&fid=6365&bid=5056

https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2444/8/9.%20UNIKOM_M%20Faiz%20Taqiuddin_BAB%202%2001-08-19.pdf

Eka Rentawan Ariyasa. (2018). Modul Animasi 2D - 1.Pengertian Dan Sejarah Perkembangannya. Retrieved April 15, 2024, from Scribd website: https://www.scribd.com/document/374213781/Modul-Animasi-2D-1-Pengertian-Dan-Sejarah-Perkembangannya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Massa Sebagai Agent of Change

Maudy Ayunda's Biography